
CINTA YANG PATAH
JIWA YANG MEGAH
Penulis:
Indarwati Suhariati Ningsi
Editor:
Kusnan, S.Pd., M.Hum.
Desain dan Layout:
Kamila Press
Allright reserved ©2026
Hak cipta dilindungi undang-undang pada penulis
Cetakan Pertama, Oktober 2026
Jumlah:
viii + 168: 14,5 x 20,5 cm
ISBN :
Penerbit:
CV. Kamila Press Lamongan
Anggota IKAPI Nomor: 418/JTI/2024
Jalan Ahmad Yani Ds. Tlanak RT.004/RW.003
Kec.Kedungpring-Lamongan 62272
Email:kamilapresslamongan24@yahoo.com
gusmukminin@gmail.com
WA: 0813 3094 44
Isi Buku:
Di balik seragam cokelat kebanggaan pegawai negeri dan gemuruh riak pesisir, Alena, seorang guru muda sekaligus anak petani sederhana, menyimpan rahasia luka yang teramat dalam. Pengabdian tulusnya di pelosok desa sempat dihantam badai kepedihan ketika Arka, pria yang sangat dicintainya, memilih mundur. Keputusan itu lahir dari jurang perbedaan status sosial serta keangkuhan keluarga yang memandang sebelah mata profesi pendidik dan latar belakang desanya. Janji-janji manis yang terucap di masa lalu pun gugur, meninggalkan rintihan kehampaan di dada Alena.
Namun, di tanah tempatnya mengabdi, Alena menolak untuk tenggelam dalam ratapan. Dari kepingan rasa sakit dan luka yang membisu, ia mengumpulkan sisa-sisa keberanian untuk menempa ketabahan jiwa. Alena mentransformasi patah hatinya menjadi kobaran api pengabdian yang membara demi anak-anak pesisir yang mendahagakan ilmu pengetahuan. Bagi Alena, setiap senyum murid-muridnya dan kibaran Merah Putih di halaman sekolah adalah panggilan nurani yang jauh lebih suci daripada kepalsuan status sosial kota besar.
Kisah nyata pergolakan hati ini merekam jejak perjuangan Alena saat masa lalu kembali mengetuk dalam wujud penyesalan, hingga keberaniannya menolak godaan nostalgia demi memeluk penuh keteguhan tugas bangsa. Dihiasi keagungan adab dan kejujuran nilai-nilai hidup dari sang ayah yang seorang petani, Alena membuktikan bahwa kehormatan sejati tidak diukur dari tebalnya harta atau kemegahan garis keturunan, melainkan dari kedalaman rasa cinta pada tanah air dan ketulusan dalam mencerdaskan generasi penerus Ibu Pertiwi.
sebuah romansa pengabdian yang menyentuh nurani, membuktikan bahwa jiwa yang diterjang patah bisa bangkit menjadi begitu megah di bawah naungan cita-cita bangsa.
