INKLUSIVITAS TANPA BATAS
Memahami Hambatan Belajar

Pengarah:

Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.
Dr. Martadi, M.Sn.
Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd.
Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd.
Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes.
Dr. Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes.

Penanggung Jawab:
Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd.
Khofidotur Rofiah Ph.D.
Acep Ovel Novari Beny, M.Pd.
Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd.

Penulis:
Silfia Asning Tias, Ph.D.
Riski Prasetya Arbi, S.Pd., M.Pd.
Vivi Kurnia Herviani , S.Pd, M.Pd.

Penelaah:
Citra Ashri Maulidina, M.Pd
Dr. Wahyudi Wibowo S.T., M.M.

Kontributor:
Reza Akbar Fauzan, M.Pd., Gr.
Sri Widayati, S.Pd., M.Pd.

Layout and Design:
Lovany Marchelia Shafirarossa
Sonia Melania Sinaga
Adjeng Nurhaliza

Allright reserved ©2026
Hak cipta dilindungi undang-undang pada penulis

Cetakan Pertama, Juni 2026

Jumlah halaman:
74 : 10 x 14 cm

ISBN:

Penerbit:
CV. Kamila Press Lamongan
Anggota IKAPI Nomor: 418/JTI/2024
Jalan Ahmad Yani Ds. Tlanak RT.004/RW.003
Kec.Kedungpring-Lamongan 62272
Email: kamilapresslamongan24@yahoo.com
gusmukminin@gmail.com
WA: 0813 3094 4498

Isi Buku:

Buku Saku Inklusif: Memahami Hambatan Belajar ini menegaskan bahwa disabilitas bukanlah persoalan keterbatasan individu semata, melainkan hasil interaksi antara keragaman manusia dengan lingkungan yang belum sepenuhnya aksesibel dan inklusif.

Buku ini mengajak pembaca memahami berbagai hambatan belajar yang dialami mahasiswa difabel—baik fisik, sensorik, kognitif, intelektual, maupun psikososial—serta pentingnya menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan setiap individu secara adil dan bermartabat.

Sebagai sebuah refleksi, buku ini mengingatkan bahwa inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas atau memenuhi kewajiban administratif, melainkan membangun cara pandang yang menghargai keberagaman sebagai bagian alami dari kehidupan akademik. Kampus yang inklusif adalah kampus yang tidak meminta mahasiswa menyesuaikan diri dengan keterbatasan sistem, tetapi menghadirkan sistem yang mampu membuka akses, kesempatan, dan partisipasi yang setara bagi semua. Melalui pemahaman, empati, dan tindakan nyata, pendidikan tinggi dapat menjadi ruang di mana setiap insan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *