
MENJEJAK TANAH,
MENJAGA AMANAH, MENITI KEJUJURAN
Kisah Nyata Perjalanan Kepemimpinan Asyraf Nurdin
Penulis:
Asyraf Nurdin
Editor:
Kusnan, S.Pd., M.Hum.
Desain dan Layout:
Kamila Press
Allright reserved ©2026
Hak cipta dilindungi undang-undang pada penulis
Cetakan Pertama, Oktober 2026
Jumlah halaman:
viii + 170 : 14,5 x 20,5 cm
ISBN :
Penerbit:
CV. Kamila Press Lamongan
Anggota IKAPI Nomor: 418/JTI/2024
Jalan Ahmad Yani Ds. Tlanak RT.004/RW.003
Kec. Kedungpring-Lamongan 62272
Email: kamilapresslamongan24@yahoo.com
gusmukminin@gmail.com
Isi Buku:
Di bawah Pendar matahari Bombana dan derak angin pesisir yang membawa debu kemarau, berdiri sebuah rumah ilmu yang pernah terasing dalam keterbatasan. Menjejak tanah, Menjaga amanah, Meniti kejujuran, merangkai jejak perjuangan Asyraf Nurdin sejak pertama kali menginjat kaki dan memegang tongkat kepemimpinan sebagai Kepala MTs Negeri 1 Bombana. Dari sebuah Madrasah yang dibayangi krisis sarana hingga mampu meraih predikat akreditasi unggul. Novel ini menyingkap tabir perjuangan seorang pimpinan yang menjadikan integritas sebagai benteng utama pengabdian.
Alur cerita berdenyut dalam gelombang ujian yang tak pernah henti. Asyraf Nurdin harus berhadapan dengan retaknya tanah Madrasah akibat krisis air bersih, bayang-bayang bahaya laten dari instalasi kabel tua, hingga kerumunan sengketa legalitas tanah yang telah puluhan tahun tertidur kusam. Namun, dengan menggenggam erat “warisan suci” berupa kejujuran dan ketulusan dari kedua orang tuanya, setiap rintangan justru bertransformasi menjadi monumen kemenangan bersama. Melalui kepemimpinan yang merangkul, jaringan alumni bergerak membendung dahaga, uluran tangan sahabat birokrasi meluruskan Sertifikat Hak Pakai atas Nama Negara, dan sinergi masyarakat melahirkan kantin baru yang membawa nutrisi sarapan penyelamat pagi bagi anak-anak didik dari keluarga prasejahtera.
Ditulis dengan sudut pandang “Aku” yang sarat personifikasi, novel ini menyajikan potret kepemimpinan transformatif yang bernapas patriotisme murni. Setiap helaan napas pengabdian di MTsN 1 Bombana menegaskan bahwa membela Negara tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan memuliakan fisik, mengamankan aset bangsa, dan menjaga api keikhlasan di dada para guru. Novel ini hadir sebagai warisan teladan sebuah kompas moral yang membuktikan bahwa tatkala kejujuran dijadikan tumpuan melangkah, tidak ada tanah yang terlalu kering untuk menumbuhkan generasi Emas Indonesia Raya.
